Teknologi AI Deep Learning Pada Produk Terbaru Hikvision

Kebutuhan akan perangkat kamera pengawas  atau CCTV dengan teknologi yang lebih baik dan lebih efisien makin tinggi. Berbagai macam instansi mulai dari instansi komersial hingga gedung pemerintahan, bahkan kebutuhan kamera pengawas di lingkungan rumah tangga makin dibutuhkan untuk meminimalkan resiko terjadinya kebobolan keamanan yang bisa membahayakan. Hikvision Technology yang merupakan perusahaan manufaktur perangkat kamera pengaman nomor satu di dunia kembali memamerkan inovasi terbarunya di pameran Intersec 2018 yang diadakan di Dubai pada tanggal 21 hingga 23 Januari kemarin. Produk terbaru yang dipamerkan adalah perangkat set kamera yang dilengkapi dengan teknologi AI alias Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Produk yang dipamerkan adalah seri The DarkFighterX yang memiliki teknologi cara kerja mirip dengan kemampuan alami mata manusia namun dengan kemampuan yang melebihi mata manusia. Dilengkapi dengan dua sensor yang digunakan menangkap dan juga untuk mengombinasikan tingkat pencahayaan dan warna kemudian meningkatkan kemampuan tersebut untuk dikondisikan pada lingkungan dengan pencahayaan yang sangat rendah. Hasilnya, CCTV canggih ini bisa menayangkan tampilan pengawasan dengan warna-warna yang cerah dan terang seperti layaknya kamera yang beroperasi pada siang hari atau pada kondisi ruangan yang terang benderang.

 

Teknologi AI pada produk terbaru dari Hikvision

Pameran Intersec 2018 diadakan dengan tema “AI+ Empowering Partners” tentunya tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh Hikvison karena sejalan dengan peluncuran produk terbarunya yang menggunakan teknologi AI untuk set perangkat keamanan kamera CCTV. Di pameran tersebut target yang menjadi tema besar bagi Hikvision adalah memperkenalkan produk seri kamera pengawas dengan kemampuan mendeteksi objek, pengenalan wajah, penghitungan jumlah orang, dan juga sistem pencarian pada tubuh manusia yang lebih superior.

Teknologi AI yang saat ini makin banyak digunakan di industri kamera pengawas diterapkan oleh Hikvision dalam sistem Deep Learning  yang memiliki cara kerja seperti cara kerja otak manusia. Di mana otak manusia terdiri dari milyaran neuron yang terhubung satu sama lain dan menjadi dasar dari cara kerja teknologi Deep Learning. Jaringan yang berlapis-lapis  ini bisa mengumpulkan informasi untuk kemudian diberikan respon berupa aksi berdasarkan dari analisa informasi tersebut. Dalam dua tahun terakhir, teknologi sistem Deep Learning ini sudah bisa digunakan  dalam aplikasi praktisnya untuk pengenalan kemapuan bicara/bahasa, penglihatan komputer, penerjemahan suara, dan masih banyak lagi lainnya yang sudah hadir dalam bentuk perangkat CCTV paling baru.

Baca juga :  Strategi pemasaran CCTV teknologi tinggi dari Dahua

Kemampuan teknologi CCTV online dengan Deep Learning bahkan melebihi kemampuan manusia dalam verifikasi wajah sehingga kini sedang banyak dikembangkan di dunia industri keamanan. Tidak hanya itu, teknologi ini juga memungkinkan kamera pengawas untuk membedakan bentuk-bentuk objek misalnya antara manusia dengan hewan. Dengan menggunakan kamera berkemampuan AI yang bisa membedakan objek, mengurangi resiko alarm palsu di mana laporan akan alarm palsu ternyata memakan porsi hingga lebih dari 90% dari alarm yang berbunyi.

Sistem algoritma yang digunakan oleh Deep Learning dalam produk CCTV paling baru dari Hikvision memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan algoritma konvensional. Kadang lapisannya bisa mencapai ratusan dan memiliki struktur yang lebih dalam untuk bisa memproses data yang lebih besar dan lebih kompleks dengan lebih cepat. Kamera CCTV yang menggunakan teknologi Deep Learning tidak membutuhkan intervensi manual untuk mengenali fitur-fitur khusus yang ada pada sebuah objek. Ekstraksi fitur yang menggunakan komputer memungkinkan sistem untuk mengambil fitur sebanyak-banyaknya bahkan fitur unik yang sulit untuk dijelaskan secara manual. Dengan mengandalkan komputasi seluruhnya, makin banyak fitur yang bisa dikenali maka makin mudah sistem untuk mengenali objek secara akurat.

 

Fungsi teknologi Deep Learning dalam aplikasi CCTV

Sistem kamera pengawas konvensional yang masih digunakan sebagian besar sistem keamanan saat ini hanya memiliki kemampuan dalam mendeteksi objek yang bergerak tanpa dilakukan analisa lebih jauh. Bahkan CCTV online  smart IP cam pun belum memiliki kemampuan untuk menangkap fitur-fitur khusus yang ada pada objek misalnya bentuk pipi atau bentuk dahi, dengan demikian hasil analisanya pun kurang akurat.

Sedangkan untuk keamanan perimeter, atau sistem keamanan yang digunakan untuk fasilitas dengan standar keamanan yang tinggi, perangkat CCTV yang digunakan memang lebih baik namun masih memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya adalah sistem infra red yang bisa “dilompati” hingga resiko alarm palsu karena tidak bisa membedakan mana manusia mana yang hewan. Sementara pagar pembatas yang dialiri listrik tidak bisa dipasang pada semua bagian perimeter di samping harganya yang cukup mahal. Banyaknya kejadian alarm palsu tentunya membuat petugas keamanan harus tetap menyelidiki kasusnya satu per satu yang tidak hanya membuang tenaga dan waktu namun juga berpotensi menunda respon petugas ketika dibutuhkan.

Baca juga :  Beberapa informasi hasil karya Sony di bidang Kamera Pengawas CCTV

Deep Learning memberikan perbedaan yang cukup signifikan untuk mengurangi sumber daya yang harus dikeluarkan untuk mengecek setiap alarm palsu yang muncul dalam sistem keamanan. Menggabungkan antara data yang berkualitas tinggi dari perangkat kamera CCTV terbaik dan didukung dengan sumber daya di Hikvision Research Institute menjadikan Deep Learning adalah sistem yang bisa mengenali manusia, kendaraan, dan juga objek lainnya dengan akurasi yang tinggi dan sangat berguna untuk teknologi kamera pengawas di jaman modern sekarang ini. Berdasarkan dari berbagai macam eksperimen, algoritma Deep Learning bisa meningkatkan akurasi pengenalan objek hingga 38%. Dengan demikian perangkat kamera dari Hikvision yang menggunakan Deep Learning sangat pas untuk sistem keamanan perimeter, perbatasan, deteksi di pintu masuk dan pintu keluar, dan juga untuk mencegah adanya perilaku masuk tanpa ijin.

Hikvision tidak hanya berhenti sampai di tahap pengenalan objek saja. Namun aplikasi penggunaan teknologi Deep Learning terus dikembangkan untuk meningkatkan sistem CCTV online yang paling aman dan bisa digunakan di segala macam situasi. Teknologi Deep Learning memungkinkan perangkat untuk menganalisa pergerakan objek sehingga bisa diputuskan apakah objek tersebut hanya berperilaku biasa atau menunjukkan tanda-tanda adanya perilaku mengancam. Batasannya bisa dipasang dengan jarak 5 meter dari perimeter atau ketika objek tersebut berada lebih dari 10 detik di tempat yang sama. Apabila objek melanggar batas 5 meter tersebut maka alarm akan bunyi.

Aplikasi Deep Learning tidak hanya bisa dipasang pada fasilitas dengan standar keamanan yang tinggi. Deep Learning dari Hikvision juga bisa dipasangkan pada rumah panti jompo atau rumah sakit misalnya, untuk mendeteksi pasien yang jatuh ketika sedang tidak ada pengawasan fisik. Alarm bisa dipasang ketika seseorang berada di ketinggian kurang dari setengah meter atau berada di lantai lebih dari 10 detik. Dan masih banyak lagi pengembangan aplikasi Deep Learning lainnya yang bisa dinantikan dari produk CCTV Hikvision.

Baca juga :  Berbagai Cara Melihat Rekaman CCTV

Hikvision Digital Technology Co., Ltd. Adalah perusahaan yang memberikan solusi untuk kebutuhan kamera pengawas dan merupakan perusahaan nomor satu di dunia untuk industri keamanan. Hikvision merupakan perusahaan yang memiliki tim R&D paling besar di dunia dengan basis di Cina yang sudah beroperasi di 12 anak perusahaan di berbagai macam negara di dunia. Hikvision merupakan perusahaan manufaktur CCTV yang menduduki peringkat nomor satu dalam daftar 2017 Top Security 50.

Facebook